Info Sekolah
Kamis, 23 Apr 2026
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI

Bab Riba

Terbit : Jumat, 17 Oktober 2025 - Kategori : Fiqh

 تَعْرِيْفُ الرِّبَا (Definisi riba).

الرِّبَا فِى اللُّغَةِ : الزِّيَادَةُ, قَالَ اللهُ تَعَالَى {فَإِذَا أَنْزَلْنَا عَلَيْهَا الْمَاءَ اهْتَـزَّتْ وَرَبَتْ} سـورة الحج : 5 .

Riba menurut bahasa adalah tambahan, Firman Alloh QS. Al Hajj : 5 (dan apabila Kami turunkan air hujan ke muka bumi maka bertambahlah tumbuh – tumbuhan).

الرِّبَا فِى الشَّرْعِ : ( Riba menurut Syara’)

عَرَّفَهُ الْحَنَابِلَةِ : الزِّيَادَةُ فِى أَشْيَاءَ مَخْصُوْصَةٍ.

Definisi mazhab Hambali : tambahan sesuatu yang dikhususkan (disyaratkan).

عَرَّفَهُ الْحَنَفيَّةُ : فَضْلُ مَالٍ بِلَا عِوَضٍ فِي مُعَاوَضَةِ مَالٍ بِمَالٍ .

Definisi mazhab Hanafi : Kelebihan harta tanpa imbalan dalam menukar harta dengan harta.

 حُكْمُ الرِّبَا (Hukum riba).

الرِّبَا مُحَرَّمٌ بِالْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ (Riba diharamkan baik didalam Al Qur’an ataupun hadits).

وَأَحَلَّ اللهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا { البقرة : 275 } Alloh menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (QS. Al Baqoroh : 275)

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَذَرُوا مَا بَقِيَ مِنَ الرِّبَا إِنْ كُنتُمْ مُؤْمِنِينَ * فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لا تَظْلِمُونَ وَلا تُظْلَمُونَ { البقرة : 278 – 279 } .

Hai orang – orang yang beriman bertakwalah kepada Alloh dan tinggalkan sisa riba jika kalian orang beriman (278) jika kalian tidak melaksanakannya maka umumkanlah perang dari Alloh dan Rosul-Nya dan jika kalian bertaubat dari riba maka kalian berhak atas pokok harta saja kalian tidak berbuat zholim dan kalian tidak dizholimi (QS. Al Baqoroh : 278 – 279) .

وَأَخْذِهِمُ الرِّبَا وَقَدْ نُهُوا عَنْهُ وَأَكْلِهِمْ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ ۚ وَأَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا (النساء: 161)

Dan karena mereka menjalankan riba padahal mereka sudah dilarang darinya ( riba ) dan memakan harta orang lain dengan cara bathil dan Kami (Alloh) telah siapkan untuk orang – orang kafir diantara mereka azab yang pedih (QS. An Nisa : 161).

عَنْ ‏‏جَابِرٍ ‏‏قَالَ ‏لَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏آكِلَ الرِّبَا وَمُؤْكِلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَاهِدَيْهِ وَقَالَ هُمْ سَوَاءٌ (رواه مسلم) .

Dari jabir berkata : Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat orang yang makan harta riba, pemberi makan riba, penulisnya dan dua orang saksinya dan dia berkata : mereka dosanya sama (HR. Muslim).

عَنْ ‏‏أَبِي هُرَيْرَةَ ‏‏رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ‏‏عَنْ النَّبِيِّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏قَالَ ‏‏اجْتَنِبُوا السَّبْعَ ‏‏الْمُوبِقَاتِ ‏‏قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَمَا هُنَّ قَالَ الشِّرْكُ بِاللَّهِ وَالسِّحْرُ وَقَتْلُ النَّفْسِ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَأَكْلُ الرِّبَا وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ وَالتَّوَلِّي يَوْمَ الزَّحْفِ وَقَذْفُ الْمُحْصَنَاتِ الْمُؤْمِنَاتِ الْغَافِلَاتِ ( رواه البخاري ) .

Dari Abi Hurairoh radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : jauhilah oleh kalian 7 dosa besar mereka bertanya : apa saja wahai Rosululloh ? beliau berkata : syirik kepada Alloh, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Alloh kecuali dengan hukum Alloh, memakan harta riba, memakan harta anak yatim, lari dari medan pertempuran dan menuduh perempuan mukmin berbuat zina ( HR. Bukhori ).

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قًالَ : الرِّبَا ثَلَاثَةُ وَسَبْعُوْنَ بَابًا أَيْسَرُهَا مِثْلَ أَنْ يَنْكِحَ الرَّجُلُ أُمَّهُ وَإِنَّ أَرْبَى الرِّبَا عِرْضُ الرَّجُلِ الْمُسْلِمِ ( رواه ابن ماجه مختصرًا والحاكم بتمامه وصححه ) .

 Dari Abdillah bin Mas’ud radliallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : riba ada 73 cabang, dosa riba yang paling ringan seperti dosa seseorang yang menikahi ibu kandungnya dan dosa riba yang paling besar adalah seperti dosa merusak kehormatan seorang muslim (HR. Ibnu Majah secara ringkas dan diriwayatkan oleh Hakim secara utuh dan dishohihkannya).

 أُصُــوْلُ الرِّبَـوِيَّـاتِ (Pokok – pokok riba).

أُصُـوْلُ الرِّبَوِيَّاتِ سِتَّـةٌ, وَهِـيَ : ( Pokok – pokok riba ada 6 yaitu )

الذَّهَـبُ وَالْفِـضَّةُ وَالْقَمْحُ وَالشَّعِيْرُ وَالتَّمْرُ وَالْمِلْحُ. (emas, perak, gandum, sereal, kurma dan garam)

‏عَنْ ‏‏عُبَادَةَ بْنِ الصَّامِتِ ‏‏قَالَ :‏ ‏قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ‏‏الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ وَالْفِضَّةُ بِالْفِضَّةِ ‏وَالْبُرُّ ‏‏بِالْبُرِّ ‏وَالشَّعِيرُ بِالشَّعِيرِ وَالتَّمْرُ بِالتَّمْرِ وَالْمِلْحُ بِالْمِلْحِ مِثْلًا بِمِثْلٍ سَوَاءً بِسَوَاءٍ يَدًا بِيَدٍ فَإِذَا اخْتَلَفَتْ هـذِهِ الْأَصْنَافُ فَبِيْعُوْا كَيْفَ شِئْـتُمْ إِذَا كَانَ يَدًا بِيَدٍ ( رواه مسلم ).

Dari Ubadah bin Shomit berkata : berkata Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam : emas dengan emas, perak dengan perak, gandum dengan gandum, sereal dengan sereal, kurma dengan kurma, garam dengan garam sama kualitasnya, sama kuantitasnya dan pembayaran kontan dan jika jenisnya berbeda maka juallah semau kamu jika pembayarannya kontan (HR. Muslim).

يَجُوْزُ بَيْعُ الرِّبَوِيِّ بِجِنْسِهِ مِنَ الرِّبَوِيِّ بِثَلَاثَةِ شُرُوْطٍ :

Diperbolehkan barter ribawi dengan ribawi yang sama jenisnya dengan 3 syarat :

1. أَنْ يَكُوْنَ مِثْلًا بِمِثْلٍ . (sama kualitasnya)

2. وَأَنْ يَكُوْنَ سَوَاءً بِسَوَاءٍ . (sama kuantitasnya)

3. وَأَنْ يَكُوْنَ يَدًا بِيَدٍ . (pembayaran tunai)

يَجُوْزُ بَيْعُ الرِّبَوِيِّ بِآخَرَ مِنَ الرِّبَوِيِّ بشَرْطٍ وَاحِدٍ وَهُوَ أَنْ يَكُوْنَ يَدًا بِيَدٍ .

Diperbolehkan barter ribawi dengan ribawi yang berbeda jenis dengan 1 syarat : pembayaran tunai.

‏عَنْ ‏‏أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ‏‏وَأَبِي هُرَيْرَةَ ‏‏رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا ‏‏أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ‏‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏‏اسْتَعْمَلَ ‏‏رَجُلًا ‏‏عَلَى ‏ ‏خَيْبَرَ ‏فَجَاءَهُ بِتَمْرٍ جَنِيبٍ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ‏أَكُلُّ تَمْرِ ‏‏خَيْبَرَ ‏‏هَكَذَا فَقَالَ لَا وَاللَّهِ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا لَنَأْخُذُ الصَّاعَ مِنْ هَذَا بِالصَّاعَيْنِ بِالثَّلَاثَةِ فَقَالَ لَا تَفْعَلْ بِعْ الْجَمْعَ بِالدَّرَاهِمِ ثُمَّ ابْتَعْ بِالدَّرَاهِمِ جَنِيبًا وَقَالَ فِي الْمِيْزَانِ مِثْلَ ذَلِكَ ( متفق عليه ولِمُسْلِمٍ : وَكَذَلِكَ الْمِيْزَانِ ).

Dari Abi Sa’id Al khudri dan Abi Hurairoh radliallahu ‘anhuma Bahwa Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam mempekerjakan seorang pria di Khaybar, dan dia membawakannya kurma yang bagus, lalu Rosululloh shallallahu ‘alaihi wasallam berkata : Apakah semua kurma Khaybar seperti ini? Dia berkata: Tidak, demi Allah, wahai Rasulullah. Kami mengambil satu saa dari ini untuk dua saa’, dan dua saa’ untuk tiga. Dia berkata: Jangan lakukan itu. Jual semuanya dengan dirham lalu belilah kurma yang bagus dengan dirham beliau berkata : yang ditimbang juga sama (Muttafaqun ‘alaih didalam riwayat Muslim : begitu pula dengan yang ditimbang).

 أَقْسَــامُ الرِّبَا (Bagian – bagian riba).

الرِّبَا يَنْقَسِـمُ إِلَى قِسْمَـيْنِ, وَهُمَا : yaitu) terbagi menjadi 2 bagian Riba)

 رِبَا الْفَضْلِ : هُوَ بَيْعُ الْجِنْسِ الْوَاحِدِ مِمَّا يَجْرِي فِيْهِ الرِّبَا بِجِنْسِهِ مُتَفَاضِلًا .

Riba fadhli adalah membarter ribawi dengan ribawi yang sama jenisnya jumlahnya berlebih.

 رِبَا النَّسِيْـئَةِ قِسْمَانِ :  (Riba nasi’ah ada 2 bagian)

رِبَا الْجَاهِلِيَّةِ وَهُوَ أَنْ يَكُوْنَ لِلْمَرْءِ عَلَى آخَرَ دَيْنٌ مُؤَجَّلٌ وَلَمَّا يَحُلُّ أَجَلُهُ يَقُوْلُ لَهُ : إِمَّا أَنْ تَـقْضِيَنِيْ أَوْ أَزِيْدُ عَلَيْكَ فَإِذَا لَمْ يَقْضِهِ زَادَ عَلَيْهِ نِسْبَةً مِنَ الْمَالِ وَانْتَظَرَهُ مُدَّةً أُخْرَى وَهَكَذَا حَتَّى يَتَضَاعَفَ فِي فَتْرَةٍ مِنَ الزَّمَنِ إِلَى أَضْعَافٍ .

Riba jahiliyah adalah seseorang punya hutang dengan tempo terhadap orang lain, tatkala jatuh tempo pembayaran hutang maka orang yang memberikan hutang berkata : kamu bayar hutangmu jika tidak maka hutangmu akan aku tambah jumlahnya, jika orang yang berhutang tidak bayar maka hutangnya bertambah jumlahnya dan ditunggu kembali sampai jatuh tempo berikutnya dan itu terus berlangsung sampai hutangnya berlipat – lipat. 

رِبَا النَّسِـيْئَةِ وَهُوَ بَيْعُ الشَّيْءِ مِمَّا يَجْرِي فِيْهِ الرِّبَا بِآخَرَ مِنَ الرِّبَوِيِّ نَسِيْـئَةً .

Riba Nasi’ah adalah membarter ribawi dengan ribawi yang berbeda jenis dengan pembayaran hutang.

Ust. Rahmat Ansari

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Please login to write comment.

Info Sekolah

Pesantren Missi Islam Pusat Jakarta

NPSN 510031720021
Jln. Alur Laut Gg. Waru 1 RT.005 RW.03 Kp. Walang Kel. Rawabadak Selatan Kec. Koja, Jakarta Utara
TELEPON 021 4354582
EMAIL missiislampusat@gmail.com
WHATSAPP 6285883828202

TABUNGAN AKHIRAT

Bagi siapa saja kaum muslimin dan muslimat yang hendak menyalurkan infaq/ shodaqohnya untuk keperluan operasional harian pesantren termasuk makan para santri, bisa transfer ke :

No Rekening : ( 451 ) 700 995 912 7

Bank : BSI

A/N : Yayasan Missi Islam Kaaffah

Konfirmasi : 0858 8382 8202

semoga infaq/ shodaqoh para muhsinin menjadi amal ibadah dan pemberat timbangan di akhirat Amin...

Data Santri PMIP

Putra112 Santri
Putri106 Santri
Jumlah218 Santri