Info Sekolah
Selasa, 23 Jul 2024
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
20 Mei 2015

Shoum Pada Hari Jum`at

Rab, 20 Mei 2015 Dibaca 224x Fiqh / Shoum / Shoum Hari Jum`at


Larangan Shoum Pada Hari Jum’at

1. Shohih Bukhori : I : 2 : 248 :
عَنْ جَابِرٍ ر.ع. نَهَى النَّبِيُّ ص.م. عَنْ صَوْمِ يَوْمِ الْجُمُعَةِ.
Dari Jabir ra.:  Nabi SAW.  melarang tentang shoum pada hari jum’at.
2. Shohih Bukhori : I : 2 : 248 ;
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ ر.ع. قَالَ: سَمِعْتُ رَسُوْلُ اللهِ ص.م. يَقُوْلُ: لاَ يَصُوْمَنَّ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ يَوْمًا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ.
Dari Abu Huroiroh ra ia berkata: “Aku pernah mendengar Nabi SAW. berkata: “Janganlah seorang diantara kamu shoum pada hari jum’at, kecuali shoum pada hari sebelumnya atau sesudahnya”.

3. Shohih Bukhori : I : 2 : 248 :
عَنْ جُوَيْرِيَّةَ بِنْتِ الْحَارِثِ رَضِيَ الله عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ ص.م. دَخَلَ عَلَيْهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَ هِيَ صَائِمَةٌ فَقَالَ: أَصُمْتِ أَمْسِ ؟ قَالَتْ: لاَ. قَالَ: تُرِيْدِيْنَ أَنْ تَصُوْمِي غَدًا ؟ قَالَتْ: لاَ. قَالَ: فَأَفْطِرِى.
Dari Juwairiyah binti Harits ra. : “Sesungguhnya Nabi SAW.  pernah datang kepadanya pada hari Jum’at dan dia sedang shoum, kemudian beliau bertanya: “Apakah engkau kemarin shoum ?” Ia menjawab: “Tidak”. Beliau bertanya: “Apakah engkau berniat shoum besok ?” Ia menjawab: “Tidak”. Beliau berkata: “Berbukalah !”.
4. Shohih Muslim : I : 508 : 146 :
عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَبَّادِ بْنِ جَعْفَرٍ: سَأَلْتُ جَابِرَ بْنَ عَبْدِ اللهِ ر.ع. وَهُوَ يَطُوْفُ بِالْبَيْتِ أَ نَهَى رَسُوْلُ اللهِ ص.م. عَنْ صِيَامِ يَوْمِ الْجُمُعَةِ ؟ فَقَالَ: نَعَمْ. وَرَبِّ هذَا الْبَيْتِ.
Dari Muhammad bin Abbad bin Ja’far : “Aku pernah bertanya kepada Jabir bin Abdulloh ra dia sedang thowaf di Baitulloh: Apakah Rosululloh SAW.  pernah melarang tentang shoum pada hari Jum’at ?” Ia menjawab: “Benar, Demi Robb Baitulloh ini”.
5. Shohih Muslim : I : 508 : 147 :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ ر.ع. قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص.م.: لاَ يَصُوْمُ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ أَنْ يَصُوْمَ قَبْلَهُ أَوْ يَصُوْمَ بَعْدَهُ.
Dari Abu Huroiroh ra telah berkata: “Rosululloh SAW.  berkata: “Janganlah seorang di antara kamu shoum pada hari Jum’at,  kecuali shoum sebelumnya dan shoum sesudahnya”.
6. Shohih Muslim : I : 508 : 148 :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ ر.ع. قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص.م.: لاَ تَخْتَصُّوْا لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ بِقِيَامٍ مِنَ اللَّيَالِى وَ لاَ تَخْتَصُّوْا يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِصِيَامٍ مِنْ بَيْنِ اْلأَيَّامِ إِلاَّ أَنْ يَكُوْنَ فِي صَوْمٍ يَصُوْمُهُ أَحَدُكُمْ.
Dari Abu Huroiroh ra telah berkata: “Rosululloh SAW. berkata: “Janganlah kamu mengkhususkan malam Jum’at untuk Qiyamul lail diantara malam-malam lain, dan janganlah pula mengkhususkan pada hari Jum’at untuk shoum dari hari-harinya kecuali hari itu kebetulan seorang di antara kamu shoum”.
7. Sunan Abu Daud : I : 558 : 2420 :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص.م. لاَ يَصُوْمُ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ أَنْ يَصُوْمَ قَبْلَهُ بِيَوْمٍ أَوْ بَعْدَهُ.
Dari Abu Huroiroh telah berkata: “Rosululloh SAW. berkata: “Janganlah seorang di antara kamu shoum  pada hari Jum’at, kecuali dia shoum sehari sebelumnya atau sesudahnya”.
8. Sunan Abu Daud : I : 558 : 2422 :
عَنْ جُوَيْرِيَّةَ بِنْتِ الْحَارِثِ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ ص.م. دَخَلَ عَلَيْهَا يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَ هِيَ صَائِمَةٌ فَقَالَ: أَصُمْتِ أَمْسِ ؟ قَالَتْ: لاَ. قَالَ: تُرِيْدِيْنَ أَنْ تَصُوْمِي غَدًا ؟ قَالَتْ: لاَ. قَالَ: فَأَفْطِرِى.
Dari Juwairiyah binti Harits ra: “Sesungguhnya Nabi SAW. pernah datang kepadanya pada hari Jum’at dan dia sedang shoum, kemudian beliau bertanya: “Apakah engkau kemarin shoum ?” Ia menjawab: “Tidak”. Beliau bertanya: “Apakah engkau berniat shoum besok ?” Ia menjawab: “Tidak”. Beliau berkata: “Berbukalah !”.
9. Hadits riwayat Jama’ah, kecuali Nasai :
عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ ص.م.: لاَ تَصُوْمُوْا يَوْمَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ أَنْ تَصُوْمَ بَعْدَهُ يَوْمٌ وَ قَبْلَهُ يَوْمٌ. رَوَاهُ الْجَمَاعَةُ إِلاَّ النَّسَائِيُّ وَلأَحْمَدَ: يَوْمُ الْجُمُعَةِ يَوْمُ عِيْدٍ فَلاَ تَجْعَلُوْا يَوْمَ عِيْدِكُمْ يَوْمَ صِيَامِكُمْ إِلاَّ أَنْ تَصُوْمُوا قَبْلَهُ أَوْ بَعْدَهُ.
Dari Abu Huroiroh telah berkata: Rosululloh SAW. berkata: “Janganlah kamu shoum pada hari jum’at, kecuali kamu berpuasa sehari sebelumnya dan sehari sesudahnya”. HR Jama’ah kecuali Nasai.
Menurut Imam Ahmad: “Hari Jum’at adalah hari raya, maka janganlah hari rayamu kamu jadikan sebagai hari shoummu, kecuali jika kamu shoum sebelumnya atau sesudahnya”.
Keterangan :
Hadits-hadits di atas memberikan petunjuk, bahwa :
  1. Pada hari Jum’at dilarang shoum, kecuali jika seseorang itu shoum sebelumnya atau sesudahnya.
  2. Larangan tersebut jika memang mengistimewakan atau mengkhususkan hari Jum’at untuk shoum pada hari tersebut, dan malam Jum’at dikhususkan untuk sholat malam.
  3. Menurut Imam Nawawi, larangan tersebut ada kesepakatan kalau hal itu bersifat makruh saja.
  4. Dan itulah yang dibuat dasar para Ulama, bahwa makruh hukumnya, bahkan bisa disebut bid’ah, sholat yang direka-reka seperti itu, mudah-mudahan Alloh SWT. memerangi pencetusnya yang pertama kali, Sesungguhnya itu adalah suatu perbuatan bid’ah  diantara perbuatan bid’ah yang sesat dan bodoh.
  5. Sebagai bukti bahwa Rosululloh SAW, tidak shoum pada hari itu, hadits riwayat Imam Ahmad.   
عَنْ جُنَادَةَ اْلأَزْدِي قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ ص.م. فِي يَوْمِ جُمُعَةٍ فِي سَبْعَةٍ مِنَ اْلأَزْدِ لإِنَاثًا مِنْهُمْ وَهُوَ يَتَغَدَّى فَقَالَ: هَلُمُّوْا إِلَى الْغَدَاءِ فَقُلْنَا: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّا صِيَامٌ فَقَالَ: أَصُمْتُمْ أَمْسِ ؟ قُلْتُ: لاَ. قَالَ: أَسَتَصُوْمُوْنَ غَدًا ؟ قُلْنَا: لاَ. قَالَ: فَأَفْطِرُوْا. فَأَكَلْنَا مَعَهُ فَلَمَّا خَرَجَ وَجَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ دَعَا بِإِنَاءٍ مِنْ مَاءٍ فَشَرِبَ وَهُوَ عَلَى الْمِنْبَرِ وَ النَّاسُ يَنْظُرُوْنَ يُرِيْهِمْ أَنَّهُ لاَ يَصُوْمُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ. رَوَاهُ أَحْمَدُ
Dari Junadah Al-Azdi telah berkata: “Aku pernah masuk (rumah) Rosululloh SAW.  pada hari Jum’at, bersama tujuh orang dari Azdi dan aku orang yang kedelapan dari mereka. Dan beliau sedang makan siang. Beliau berkata: “Mari makan”, kami menjawab: “Tidak”, beliau bertanya: “Apakah kamu juga akan shoum besok ?”, kami menjawab: “Tidak”, beliau berkata: “Berbukalah”, lalu kami makan bersama beliau. Maka seketika keluar dan beliau duduk di atas mimbar, beliau minta segelas air lalu meminumnya sedangkan beliau berada di atas mimbar dan orang-orang menyaksikan. Beliau memperlihatkan kepada mereka, bahwa beliau tidak shoum pada hari Jum’at”.
Kesimpulan :
  1. Dilarang mengkhususkan hari atau malam tertentu untuk beribadah, kecuali telah menjadi ketetapan Rosululloh SAW.
  2. Hal tersebut akan menjadi perbuatan bid’ah yang sesat.

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Info Sekolah

Pesantren Missi Islam Pusat Jakarta

NPSN 510031720021
Jln. Alur Laut Gg. Waru 1 RT.005 RW.03 Kp. Walang Kel. Rawabadak Selatan Kec. Koja, Jakarta Utara
TELEPON 021 4354582
EMAIL missiislampusat@gmail.com
WHATSAPP 6285883828202

Member Ustadz

TABUNGAN AKHIRAT

Bagi siapa saja kaum muslimin dan muslimat yang hendak menyalurkan infaq/ shodaqohnya untuk keperluan operasional harian pesantren termasuk makan para santri, bisa transfer ke :

No Rekening : ( 451 ) 700 995 912 7

Bank : BSI

A/N : Yayasan Missi Islam Kaaffah

Konfirmasi : 0858 8382 8202

semoga infaq/ shodaqoh para muhsinin menjadi amal ibadah dan pemberat timbangan di akhirat Amin...

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x