HUKUM MELAKSANAKAN SHOLAT JUM’AT
Seperti juga sholat yang lima waktu, maka sholat Jum’at juga hukumnya wajib.
Dasar hukumnya adalah:
1. Qs: Al-Jumu’ah: ayat 9
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِذَا نُودِىَ لِلصَّلَوٰةِ مِن يَوْمِ ٱلْجُمُعَةِ فَٱسْعَوْا۟ إِلَىٰ ذِكْرِ ٱللَّهِ وَذَرُوا۟ ٱلْبَيْعَ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
“Hai orang-orang yang beriman! Apabila diseru untuk melaksanakan sholat Jum’at, maka bersegeralah kamu mengingat Allah dan tinggalkanlah segera jual beli, yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Keterangan :
2. SM: I: 379: 40
عَنِ الْحَكَمِ بْنِ مِيْنَاءَ أَنَّ عَبْدَ اللهِ بْنَ عُمَرَ وَأَبَا هُرَيْرَةَ حَدَّثَاهُ أَنَّهُمَا سَمِعَا رَسُولَ الله ِصلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ عَلَى أَعْوَادِ مِنْبَرِهِ : لَيَنْتَهِيَنَّ أَقْوَامٌ عَنْ وَدَعِهِمُ الْجُمُعَاتِ أَوْ لَيَخْتِمَنَّ الله ُ عَلَى قُلُوبِهِمْ ثُمَّ لَيَكُوْنَنَّ مِنَ الْغَافِلِيْنَ
Dari Al-Hakam. bin Mina ra. bahwa Abdullah bin Umar ra dan Abu Huroiroh ra keduanya telah menceritakan, bahwasanya, mereka telah mendengar Rosululloh shollollohu `alaihi wasallam bersabda: (Waktu di atas mimbar sambil memegang tiang-tiang mimbar) Hendaklah kaum-kaum itu berhenti dari meninggalkan Jum’at-Jum’at. Jika tidak, pasti Allah tutup hati-hati mereka, kemudian mereka menjadi orang-orang yang lalai.”
3. SN: II: 3: 89
عَنْ نَافِعٍ عَنِ ابْنِ عُمَرَ عَنْ حَفْصَةَ زَوْجِ النَّبِيَّ ِصلى الله عليه وسلم قَالَ : رَوَاحُ الْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ
Dari Nafi dari Ibnu Umar ra dari Hafshoh istri Nabi Muhammad shollollohu `alaihi wasallam telah berkata: Pergi ke Jum’at itu wajib atas tiap-tiap orang yang sudah baligh.
Penjelasan :
1. Dari Qs: Al-Jumu’ah ayat 9 dan hadits SM: I: 379:40 dan hadits SN: II: 3: 89 sudah cukup untuk menetapkan bahwa hukum sholat Jum’at adalah wajib.
2. Kebalikannya, bahwa jika meninggalkan sholat Jum’at berarti dosa atau sama seperti
meninggalkan sholat yang lima waktu, berarti dia telah kafir.
Ust. Irsyad Syarbini
bersambung …
Tinggalkan Komentar