Info Sekolah
Kamis, 16 Apr 2026
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI

Pilar-pilar Tarbiyah, Membangun Generasi Di Bawah Cahaya Al-Qur’an

Terbit : Kamis, 9 April 2026

تَرْبِيَةُ الْأَبْنَاءِ فِي ضَوْءِ الْقُرْآنِ

Pilar-pilar Tarbiyah, Membangun Generasi Di Bawah Cahaya Al-Qur’an

Peran Tarbiyah Anak didalam menjaga generasi penerus yang kuat dan Tangguh”“

وَلْيَخْشَ الَّذِينَ لَوْترَكُوا مِنْ خَلْفِهِمْ ذُرِّيَّةًّ ضِعَافًا خَافُوْا عَلَيْهِمْ فَلْيَتَّقُوْا اللهَ وَلْيَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيدًا

Dan hendaklah takut kepada Allah orang-orang yang seandainya meninggalkan dibelakang mereka anakanak yang lemah, yang mereka khawatir terhadap (kesejahteraan) mereka. Oleh sebab itu hendaklah mereka  bertakwa kepada Allah dan hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang benar” (Q.S An-Nisa : 9)

فَإِنَّ الْمُجْتَمَعَ الإِسْلَامِيَّ يُوَاجِهُ مُشْكِلَاتٍ عَظِيمَةً فِي هَذَا الْعَصْرِ وَمِنْهَا: التَّقْصِيرُ وَالتَّفْرِيْطُ وَالْإِهْـمَالُ فِي تَرْبِيَـــــةِ الْأَوْلَادِ، وَقَدْ نَتَجَ عَنْ ذلِكَ الإِنْحِرَافُ الشَّدِيْدُ فِي الشَّـبـــَابِ وَالْفَتَيـــَاتِ، وَعُقُوْقُ الْوَالِدَيْنِ، وَقَطْعُ الْأَرْحَامِ، وَغَيْرُهَا مِنَ الْمَفَاسِدِ، فَلَا بُدَّ مِنْ حَلِّ هَذِهِ الْمُشْكِلَةِ، وَلَكِنَّ السُّؤَالَ: كَيْفَ نَـحُلُّهَا؟ ألَيْسَ هنُاَكَ عُلَمَاءُ يَهْتَمُّونَ باِلتَّـرْبِيَةِ؟ وَمَدَارِسُ وَجَامِعَاتٌ تُدَرَّسُ فِيْهَا التَّـرْبِيَةُ ؟ وَكُتُبٌ وَرَسَائِلُ وَمَقَالَاتٌ تُكْتَبُ فِي التَّـرْبِيَـــةِ؟ بَلى، وَلَكِنْ لَيْسَ لَهَا أَثَــرٌ إِلَّا الْيَـسِيْــرُ.

Kondisi Generasi Kita Saat Ini

Masyarakat Islam saat ini tengah menghadapi tantangan yang sangat besar. Salah satu masalah utamanya adalah banyaknya orang tua yang lalai, meremehkan, bahkan mengabaikan pendidikan anak-anak mereka.

Akibat dari kelalaian ini, kita melihat dampak yang memprihatinkan: banyak pemuda-pemudi kita yang kehilangan arah, meningkatnya sikap durhaka kepada orang tua, terputusnya tali silaturahmi, dan berbagai kerusakan moral lainnya.

Masalah besar ini harus segera kita cari solusinya. Namun, muncul sebuah pertanyaan penting: Bagaimana cara menyelesaikannya? Bukankah kita memiliki banyak pakar yang ahli di bidang pendidikan? Bukankah kita punya sekolah dan universitas yang mengajarkan ilmu mendidik anak? Bukankah sudah tak terhitung buku, jurnal, dan artikel yang menulis tentang teori pendidikan?

Jawabannya: Memang benar semua itu ada, namun sayangnya, semua teori dan lembaga tersebut hanya memberikan pengaruh yang sangat sedikit (belum mampu mengubah keadaan secara nyata).

وَلَوْ تَدَبَّرْنَـا الْقُرْآنَ حَقَّ تدَبُّرِهِ لَوَجَدْنَا فِيْهِ حَلَّ هَذِهِ الْمُشْكِلَةِ، لِأَنَّ الْقُرْآنَ كَلَامُ رَبِّ الْعَالـَمِيْنَ، وَاللهُ يَعْلَمُ كَيْفَ يُرَبِّي مَخْلُوْقَهُ، وَمَا هِيَ الْأَسَالِيْبُ وَالطُّرُقُ الْمُنَاسِبَةَ لِتَـرْبِيَــةِ الإِنْسَانِ مِنَ الطُّفُوْلَةِ حَتَّى الْبُلُوْغِ. وَلَوْ بَـحَثْنَا فِي الْقُرْآنِ، فإِذَا فِيْهِ أسَالِيْبُ وَطُرُقٌ شَتَّى لِتَرْبِيَّــةِ الْأَبْنَاءِ ، وَالَّتِي هِيَ ضَامِنَةٌ لِصَلَاحِ الْأَبْنــَاءِ، وَمِنْ ثَـمَّ صَلَاحِ الْمُجْتَمَعِ الإِسْلَامِيِّ. فَإِنَّ الْقُرْآنَ هُوَ الَّذِي اسْتَطَاعَ أنْ يَقْلِبَ مُجْتمَعَ الْعَرَبِ مِنَ الْجَاهِلِيَّةِ إِلىَ الْفِطْرَةِ السَّلِيمَةِ الإِسْلَامِ فيِ أقْصَرِ مُدَّةٍ .

Kembali Kepada Al-Qur`an : Solusi Pendidikan Sejati

Seandainya kita mau merenungkan Al-Qur’an dengan sedalam-dalamnya, kita pasti akan menemukan solusi bagi masalah pendidikan ini. Mengapa? Karena Al-Qur’an adalah Kalaamullah, Rob semesta alam. Tentu Allah-lah yang paling tahu bagaimana cara mendidik makhluk-Nya, serta metode dan jalan apa yang paling tepat untuk mendidik manusia, mulai dari masa kanak-kanak hingga dewasa.

Sekiranya kita meneliti Al-Qur’an, maka akan menemukan berbagai metode dan cara mendidik anak yang sangat beragam. Cara-cara ini adalah jaminan bagi kebaikan karakter anak, yang pada akhirnya akan membawa kebaikan pula bagi seluruh masyarakat Islam.

Ingatlah, Al-Qur’an-lah yang telah terbukti mampu mengubah masyarakat Arab, dari zaman kegelapan (Jahiliyah) menuju fitrah Islam yang suci, hanya dalam waktu yang sangat singkat.

: مَفْهُومُ التَّرْبِيـَـةِ

التَّرْبِيَةَ لُغةً  :  الرَّبُّ فيِ الْصْلِ: التَّرْبِيَةُ، وَهُوَ إنْشَاءُ الشَّيْءِ حَالً فَحَالً إِلَى حَدِّ التَّمَامِ، يُقَالُ رَبَّهُ، وَرَبَّاهُ وَرَبَّبــَهُ .وَقِيْلَ : (لِأَنْ يَرُبَّنِي رَجُلٌ مِنْ قُرَيْشٍ أَحَبُّ إلِيَّ مِنْ أنْ يَرُبَّنِي رَجُلٌ مِنْ هَوَازِنَ) وَالتَّـرْبِـيَةُ هِيَ تَبْلِيْغُ الشَّيْءِ إِلىَ كَمَالِهِ شَيْــئًا فَشَيْــئًا.

وَقَالَ تَعَالَى فيِ قِصَّةِ مُوسَى عَليْهِ السَّلَامُ عِنْدمَا حَكَى قَوْلَ فِرْعَوْنَ: ﴿ ألَمْ نُرَبِّكَ فِيْنَا وَلِيْدًا وَلَبِثْتَ فِيْنَا… ﴾ الآية  (الشعراء:١٨). قَالَ ابْنُ كَثِيْرٍ: مَاأَنْتَ الَّذِي رَبَّيْــنَاهُ فِيْنَا وَفيِ بَيْــتِنَا وَعَلىَ فِرَاشِنَا، وَأنْعَمْنَا عَليْهِ مُدَّةً مِنَ السِّنِيْنَ .

Apa Itu Tarbiyah?

Makna Tarbiyah secara Bahasa: Berasal dari kata “Ar-Rabb” berarti pendidikan (Tarbiyah), yaitu menumbuhkan atau membangun sesuatu setahap demi setahap hingga mencapai batas kesempurnaan. Dalam bahasa Arab, orang bisa menggunakan kata rabbahu, rabbahu, atau rabbabahu untuk mengungkapkan proses mengasuh atau mendidik. Pendidikan adalah proses mengantarkan sesuatu menuju kesempurnaannya secara bertahap (sedikit demi sedikit).

Dalam Al-Qur’an: Istilah ini juga muncul dalam kisah Nabi Musa AS, saat Al-Qur’an menceritakan perkataan Firaun kepada Musa: “Bukankah kami telah mengasuhmu di antara kami sewaktu kamu masih kanak-kanak, dan kamu tinggal bersama kami…”(QS. Asy-Syu’ara: 18).

Ibnu Katsir menjelaskan ayat ini: Firaun seolah berkata kepada Musa: Bukankah kamu ini orang yang dulu kami asuh di lingkungan kami, di rumah kami, di tempat tidur kami, dan telah kami berikan banyak nikmat serta fasilitas selama bertahun-tahun?

وَقَدْ وَرَدَ فِي الْقُرْآنِ لَفْظُ التَّـزْكِيَةِ بِمَعْنىَ التَّرْبِــيَةِ حَيْثُ قَالَ تَعَالَى: ﴿ كَمَا أَرْسَلْنَا فِيْكُمْ رَسُوْلًا مِنْكُمْ يَتْلُو عَلَيْكُمْ آيَاتِنَا وَيُزَ كِّيْكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُمْ مَا لَـمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ ﴾ }البقرة:١٥١{. قاَلَ ابْنُ كَثِيْرٍ: وَيُـزَ كِّيْهِمْ، أيْ: يُطَهِّرُهُمْ مِنْ رَذَائِلِ الْأَخْلَاقِ وَدَنَسِ النُّفُوْسِ وَأَفْعَالِ الْجَاهِلِيَّةِ، وَيـُخْرِجُهُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّـوْرِ. وَهِيَ التَّـرْبِيـَـةَ ُ.

Hubungan Antara Pendidikan (Tarbiyah) dan Penyucian Jiwa (Tazkiyah)

Di dalam Al-Qur’an, terdapat juga istilah Tazkiyah yang memiliki makna yang sama dengan pendidikan (Tarbiyah). Allah Ta’ala mengatakan: “Sebagaimana Kami telah mengutus kepadamu Rasul di antara kamu yang membacakan ayat-ayat Kami kepadamu, mensucikanmu, dan mengajarkan kepadamu Al-Kitab dan AlHikmah (Sunnah), serta mengajarkan kepadamu apa yang belum kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah: 151).

Ibnu Katsir menjelaskan makna ‘Mensucikan mereka’ (Yuzakkihim): Maksudnya adalah Rasulullah membersihkan mereka dari akhlak-akhlak yang buruk, noda-noda jiwa, serta kebiasaan-kebiasaan buruk zaman Jahiliyah. Rasulullah mengeluarkan mereka dari kegelapan menuju cahaya yang terang benderang.

Inilah Yang Disebut Dengan Pendidikan (Tarbiyah)

التَّـرْبِيَةُ اِصْطِلَاحًا : لَيْسَ لِلتَّـرْبِيـَـةِ اِصْطِلَحٌ مُسْتَمِرٌّ وَثاَبِتٌ، لِأَنَّ كُلَّ عَصْرٍ يتَجَدَّدُ فِيْهِ مَعْنىَ التَّــرْبِيَــةِ، أمَّا فِي عَصْرِنَا فَقَدْ عَرَّفَهَا عُلَمَاءُ التَّــرْبِيَــةِ بِأَنَّهَا: تَنْشِئَةُ الْفَرْدِ وَإعْدَادُهُ عَلَى نَحْوٍ مُتَكَامِلٍ فِي جَمِيْعِ الْجَوَانِبِ الْعَقَدِيَّةِ وَالْعِبَادِيَّةِ وَالْأَخْلَاقِيَّةِ، وَالْعَقْلِيَّةِ وَالصِّحِّيَّةِ، وَتنَظِيْمُ سُلُوْكِهِ وَعَوَاطِفِهِ فيِ إِطَارٍ كُلِّيٍّ يَسْتنَدِ إِلَى شَرِيْعَةِ الِإسْلَامِ، مِنْ خِلَالِ الطُّرُقِ وَالْإِجْرَاءَاتِ الَّتِي تَقْبَلُهَا الشَّرِيـْعَةُ.

Makna Tarbiyah Secara Istilah, Pendidikan tidak memiliki satu definisi baku yang tetap, karena makna pendidikan selalu berkembang dan diperbarui di setiap zaman. Adapun di zaman kita sekarang, para ahli pendidikan mendefinisikannya sebagai:

Proses mengasuh dan mempersiapkan individu secara utuh dan menyeluruh dalam berbagai aspek kehidupan, meliputi: Akidah (keimanan), Ibadah, Akhlak (budi pekerti), Akal (intelektual), Kesehatan Fisik. Pendidikan juga berarti mengatur perilaku serta perasaan (emosi) seseorang dalam satu kerangka utuh yang berlandaskan syariat Islam, melalui cara-cara dan langkah-langkah yang dibenarkan oleh syariat.

Bersambung …

Ust. Wahyudin Abdullah

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Please login to write comment.

Info Sekolah

Pesantren Missi Islam Pusat Jakarta

NPSN 510031720021
Jln. Alur Laut Gg. Waru 1 RT.005 RW.03 Kp. Walang Kel. Rawabadak Selatan Kec. Koja, Jakarta Utara
TELEPON 021 4354582
EMAIL missiislampusat@gmail.com
WHATSAPP 6285883828202

TABUNGAN AKHIRAT

Bagi siapa saja kaum muslimin dan muslimat yang hendak menyalurkan infaq/ shodaqohnya untuk keperluan operasional harian pesantren termasuk makan para santri, bisa transfer ke :

No Rekening : ( 451 ) 700 995 912 7

Bank : BSI

A/N : Yayasan Missi Islam Kaaffah

Konfirmasi : 0858 8382 8202

semoga infaq/ shodaqoh para muhsinin menjadi amal ibadah dan pemberat timbangan di akhirat Amin...

Data Santri PMIP

Putra112 Santri
Putri106 Santri
Jumlah218 Santri