Info Sekolah
Selasa, 23 Jul 2024
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
15 Mei 2015

Seputar Jum`at (Bagian 7)

Jum, 15 Mei 2015 Dibaca 283x Fiqh / Jum`at
Adzan Jum’at
1.SB: I: 1: 219
عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيْدَ رع قَالَ: كَانَ النِّدَاءُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوَّلُهُ إِذَا جَلَسَ اْلإِمَامُ عَلَى الْمِنْبَرِ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ فَلَمَّا كَانَ عُثْمَانُ وَكَثُرَ النَّاسُ زَادَالنِّدَاءَ الثَّالِثَ عَلَى الزَّوْرَاءِ.
Dari Saib bin Yazid ra telah berkata: Adalah adzan pada hari Jum’at mula-mula apabila imam telah duduk diatas mimbar, itu terjadi pada zaman Nabi Muhammad shollallohu `alaihi wasallam, Abu Bakar ra dan Umar ra, maka ketika (pada zaman) Utsman ra dan orang-orang bertambah, ia menambah adzan ketika di Jauro.
 

2.SAD: I: 258:1 087.
عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيْدَ رع أَنَّ اْلَاذَانَ كَانَ أَوَّلُهُ حِيْنَ يَجْلِسُ اْلإِمَامُ عَلَى الْمِنْبَرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ فَلَمَّا كَانَ خِلَافَةُ عُثْمَانَ وَكَثُرَالنَّاسُ أَمَرَ عُثْمَانُ يَوْمَ الجُمْعَةِ بِالَاذَانِ الثَّالِثِ فَأَذَّنَ بِهِ عَلَى الزَوْرَاءِ فَثَبَتَ اْلَامْرُ عَلَى ذلِكَ.
Dari Saib bin Yazid ra: Sesungguhnya adzan pada mulanya ketika imam duduk diatas mimbar, pada hari Jum’at pada zaman Nabi Muhammad shollallohu `alaihi wasallam, Abu Bakar ra dan Umar ra. Maka ketika ada kekholifahan Utsman ra dan orang-orang bertambah banyak, Utsman ra menyuruh pada hari Jum’at itu tiga kali adzan (2 adzan satu iqomah), maka adzanlah di Azh-Zauro, maka perkara itu tetap atas demikian.
3.SAD: I: 258: 1088
عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيْدَ رع قَالَ:كَانَ يُؤَذِّنُ بَيْنَ يَدَى رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا جَلَسَ عَلَى الْمِنْبَرِ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى بَابِ الْمَسْجِدِ وَأَبِي بَكْرٍ وَ عُمَرَ
Dari Saib bin Yazid ra ia berkata: Adalah adzan pada zaman Rasulullah saw apabila beliau duduk diatas mimbar pada hari Jum’at didekat pintu Masjid dan juga (pada zaman) Abu bakar ra dan Umar ra.
 
4.SB: I:1:219.
عَنِ السَّائِبِ بْنِ يَزِيْدَ رع :أَنَّ الَّذِى زَادَ التَّأْذِيْنَ الثَّالِثَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عُثْمَانُ ابْنُ عَفَّانَ رع حِيْنَ كَثُرَ الْمَدِيْنَةِ وَلَمْ يَكُنْ لِلْنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم مُؤَذِّنٌ غَيْرُ وَاحِدٍ وَكَانَ التَّاْذِيْنُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ حِيْنَ  يَجْلِسُ اْلإِمَامُ يَعْنِى عَلَى الْمِنْبَرِ.
Dari Saib bin Yazid ra: Sesungguhnya yang menambahi adzan yang ketiga pada hari Jum’at adalah Utsman bin Affan ra ketika orang-orang bertambah banyak di Madinah, dan tidak pernah ada pada zaman Nabi Muhammad shollallohu `alaihi wasallam selain seorang muadzin yang satu dan ia adzan pada hari Jum’at ketika imam duduk yaitu diatas mimbar.
5.SB: I: 1: 219
عَنِ ابْنِ شِهَابٍ رع أَنَّ السَّائِبَ بْنَ يَزِيْدَ رع أَخْبَرَهُ أَنَّ التَّأْذِيْنَ الثَّانِى يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَمَرَبِهِ عُثْمَانُ رع حِيْنَ كَثُرَ أَهْلُ الْمَسْجِدِ وَكَانَ التَّأْذِيْنٌ يَوْمَ الْجُمُعَةِ حِينَ يَجْلِسُ اْلإمَامُ
Dari Ibnu Syihab ra bahwa Saib bin Yazid ra telah menceritakannya, bahwa adzan kedua pada hari Jum’at itu atas dasar perintah Utsman bin Affan ra karena sudah bertambah banyak penduduk Madinah/ wali Masjid. Dan adalah adzan pada hari Jum’at itu dilakukan ketika imam sudah duduk.
6. SB: I: 1: 219/220
عَنِ الزُّهْرِيِّ رع قَالَ: سَمِعْتُ السَّائِبَ بْنَ يَزِيْدَ رع يَقُولُ: إِنَّ اْلَاذَانَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ كَانَ أَوَّلُهُ حِيْنَ يَجْلِسُ اْلإِمَامُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ عَلَى الْمِنْبَرِ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللهِ ِصلى الله عليه وسلم وَأَبِي بَكْرٍ رع وَ عُمَرَ رع فَلَمَّا كَانَ فِي خِلَافَةِ عُثْمَانَ رع وَكَثَرُوْا أَمَرَ عُثْمَانُ رع يَوْمَ الْجُمُعَةِ بِاْلَاذَانِ الثَّالِثِ فَأَذَّنَ بِهِ عَلَى الزَّوْرَاءِ فَثَبَتَ اْلَامْرُ عَلَى ذلِكَ.
Dari Az-Zuhri ra ia telah mendengar Saib bin Yazid ra berkata: Sesungguhnya adzan pada hari Jum’at adalah mula-mulanya ketika imam duduk diatas mimbar, pada hari Jum’at pada zaman Rosululloh shollallohu `alaihi wasallam, Abu Bakar ra dan Umar ra. Maka ketika pada kekhalifahan Utsman ra dan mereka sudah banyak Utsman ra menyuruh pada hari Jum’at dengan adzan tiga kali, kemudian adzanlah di Az-Zauro, maka perkara itu tetap begitu.
Keterangan
1. Yang dimaksud tiga kali adzan ialah:
– Satu kali ketika di Az-Zauro (adalah nama pasar)
– Satu kali ketika Imam duduk diatas mimbar
– Satu kali adalah Iqomah.
2. Pada zaman Rosululloh shollallohu `alaihi wasallam, zaman Kholifah Abu Bakar ra, dan zaman Umar bin Khottob ra, adzan itu hanya sekali saja ketika imam /khotib duduk diatas mimbar.
3. Adzan pada zaman Rosululloh shollallohu `alaihi wasallam tidak terjadi adzan sampai tiga kali, sebagaimana disebutkan didalam beberapa hadits yaitu:
1.          عَنِ السَّائِبِ رع  قَالَ: لَمْ يَكُنْ لِرَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِلَّا مُؤَذِّنٌ وَاحِدٌ بِلَالٌ
(رواه أبو داود)
1. Dari Saib ra ia berkata: Tidak pernah ada untuk Rosululloh shollallohu `alaihi wasallam kecuali muadzin satu yaitu Bilal Hr. Abu Daud (SAD: I: 258: 1089)
Kesimpulan.
  1. Kita diperintahkan untuk selalu thoat kepada Allah dan kepada Rosululloh shollallohu `alaihi wasallam. Dan mencontoh kepada Rosululloh shollallohu `alaihi wasallam (Qs: 33: 21).
  2. Kebijaksanaan Rosululloh shollallohu `alaihi wasallam mengenai adzan Jum’at itu satu kali. Sedangkan kebijaksanaan Utsman ra adzan Jum’at dua kali.
  3. Meruju pada Qs: 33:21 Yang wajib diikuti pastilah yang satu kali, sebagaimana dicontohkan oleh Rosululloh shollallohu `alaihi wasallam.
  4. Lagi pula andai kata mau memakai kebijakan Utsman ra adzan pertama dipasar/ dikeramaian, baru adzan keduanya, ketika Imam duduk dimimbar.
  5. Tetapi yang pasti, jika jelas-jelas ada kebijakan atau ketetapan Rosululloh shollallohu `alaihi wasallam mengapa mesti mengambil ketetapan yang tidak diperintahkan.
  6. Jadi adzan yang benar pada hari Jum’at adalah satu kali dan dilakukan disaat Imam duduk di mimbar.

Artikel Lainnya

Oleh : pmip

Shaum Wajib

Oleh : pmip

Shodaqoh Jariyah

Artikel ini memiliki

0 Komentar

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Info Sekolah

Pesantren Missi Islam Pusat Jakarta

NPSN 510031720021
Jln. Alur Laut Gg. Waru 1 RT.005 RW.03 Kp. Walang Kel. Rawabadak Selatan Kec. Koja, Jakarta Utara
TELEPON 021 4354582
EMAIL missiislampusat@gmail.com
WHATSAPP 6285883828202

Member Ustadz

TABUNGAN AKHIRAT

Bagi siapa saja kaum muslimin dan muslimat yang hendak menyalurkan infaq/ shodaqohnya untuk keperluan operasional harian pesantren termasuk makan para santri, bisa transfer ke :

No Rekening : ( 451 ) 700 995 912 7

Bank : BSI

A/N : Yayasan Missi Islam Kaaffah

Konfirmasi : 0858 8382 8202

semoga infaq/ shodaqoh para muhsinin menjadi amal ibadah dan pemberat timbangan di akhirat Amin...

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x