Info Sekolah
Selasa, 23 Jul 2024
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
11 Mei 2015

Seputar Haid (Bagian 2)

Sen, 11 Mei 2015 Dibaca 263x Fiqh / Haid


B. WANITA HAID HARAM SHOLAT

Wanita yang sedang haid dilarang melakukan ibadah sholat dan tidak ada qodho.
Dasar hukumnya:
1. SB: I: 1: 78
عَنْ أَبِى سَعِيْدٍ الْخُدْرِيَّ قَالَ : خَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلّم فِى أَضْحًى أَوْفِطْرٍ إِلَى الْمُصَلَّى فَمَرَّ عَلَى النِّسَاءِ فَقَالَ: يَامَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ فَإِنِّى أُرِيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ . فَقُلْنَ : وَبِمَ يَارَسُوْلَ اللهِ قَالَ: تُطْثِرْنَ الَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيْرَ مَارَأَيْتُ مِنْ نَاقِصَاتِ عَقْلٍ وَدِيْنٍ أَزْهَبَ لِلُبِّ الرَّجُلِ الْحَازِمِ مِنْ إِخْدَاكُنَّ قُلْنَ: وَمَانُقْصَانُ دِيْنِنَا وَعَقْلِنَا يَارَسُوْلَ البلهِ ؟ قَالَ: أَلَيْسَ شَهَادَةُ الْمَرْأَةِ مِثْلَ نِصْفِ سَهَادَةِ الرُّجُلِ ؟ قُلْنَ: بَلَى قَالَ: فَذَلِكَ مِنْ نُقْصَانِ عَقْلِهَا, أَلَيْسَ إِذَا حَاضَتْ لَمْ تُصَلِّ وَلَمْ تَصُمْ قُلْنَ: بَلَى قَالَ: فَذَلِكَ مِنْ نُقْصَانِ دِيْنِهَا.

Dari Abu Said Al-Khudry ia berkata: Padaa hari raya Idul Adha atau Idul Fithri Rasulullah saw keluar menuju tempat sholat, lalu beliau melewati kaum wanita, kemudian beliau berkata: Hai kaum wanita! Bersedekahlah kamu sekalian, karena menurut pandanganku, kaum wanitalah yang paling banyak dari penghuni neraka, mereka bertanya: Mengapa demikian ya Rasulullah? Beliau menjawab: Karena kamu sekalian banyak mencerca orang dan ingkar kepada suami, aku tidak melihat diantara orang-orang yang kurang akal dan din-nya, yang lebih merusakkan hati laki-laki yang cermat, selain dari kamu sekalian. Mereka bertanya: Kurang bagaimanakah akal dan din kami ya Rasulullah? Beliau menjawab: Bukankah kesaksian kaum wanita seperdua dari kesaksian kaum pria? Mereka menjawab: Benar. Beliau berkata: Itulah bukti kekurangan akalnya. Bukankah apabila kaum wanita haid tidak sholat dan tidak shoum? Mereka menjawab: Benar. Beliau berkata: Demikian bukti dari din-nya kurang.
2. SB: I: 1: 78   
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ فِطِمَةُ بِنْتُ أَبِى حُبَيْشٍ لِرَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلّمإِنِّى لاَ أَطْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلاَةَ؟ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلّمإِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَ بِالْحَيْضَةِ فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَاتْرُكِى الصَّلاَةَ فَإِذَا ذَهَبَ قَدْ رُهَا فَاغْسِلِى عَنْكِ الدَّمَ وَصَلِّى.
Dari Aisyah, bahwa ia berkata: Fathimah binti Abi Hubaisy pernah bertanya kepada Rasulullah saw: Ya Rasululah! Sesungguhnya aku tidak suci, apakah aku harus meninggalkan sholat ? Maka Rasulullah saw menjawab: Sesungguhnya yang demikian itu darah yang keluar dari urat dan bukan haid, maka tinggalkan sholat dan apabila haid itu hilang (berhenti) bersihkanlah darah yang ada padamu lalu sholat.
3. SM: I: 162: 62
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: جَاءَتْ فَاطِمَةُ بِنْتُ أَبِى حُبَيْشٍ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلّمفَقالَتْ: يَارَسُوْلَ اللهِ ! إِنِّى امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلاَ أَطْهُرُ. أَفَأَدَعَ الصَّلاَةَ ؟ فَقَالَ: لاَ إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَ بِالْحَيْضَةِ. فَإِذَا أَقْبَلَتِ الْحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلاَةَ وَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِى عَنْكِ الدَّمِ وَصَلِّى.
Dari Aisyah telah berkata: Telah datang Fathimah binti Abi Hubaisy kepada Nabi saw lalu ia bertanya: Ya Rasulullah ! Sesungguhnya aku perempuan yang terkena Istihadhoh maka aku tidak suci apakah aku harus meninggalkan sholat? Maka beliau menjawab: Tidak. Sesungguhnya yang demikian itu urat luka dan bukan darah haid. Maka apabila keluar darah haid, maka tinggalkanlah kamu sholat dan apabila haid itu berhenti/habis, maka bersihkanlah darah dari kamu dan sholatlah.
4. SM: I: 162: 63
عَنْ عَائِشَةَ أَنَّهَا قَالَتْ: اسْتَفْتَتْ أُمُّ حَبِيْبَةَ بِنْتُ جَحْشٍ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلّمفَقَالَتْ: إِنِّى أُسْتَحَاضُ. فَقَالَ: إِنَّمَا ذَلِكَ عِرْقٌ فَاغْتَسِلِى ثُمَّ صَلَّى فَكَانَتْ تَغْتَسِلُ عِنْدَ كُلِّ صَلاَةٍ.
Dari Aisyah, sesungguhnya ia berkata: Ummu Habibah binti Juhesy minta fatwa kepada Rasulullah saw, maka ia berkata: Sesungguhnya aku terkena darah penyakit, maka beliau berkata: Itu hanya urat luka, maka bersihkanlah kemudian sholatlah, maka ia bersihkan setiap hendak sholat.
5. SAD: I: 282
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: إِنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ أَبِى حُبَيْشٍ جَاءَتْ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلّمفَقَالَتْ: إِنِّى امْرَأَةٌ أُسْتَحَاضُ فَلاَ أَكْهُرُ أَفَأَدَعُ الصَّلاَةَ ؟ قَالَ: إِنَّمَاذَلِكَ عِرْقٌ وَلَيْسَتْ بِالْحَيْضَةِ. فَإِذَا أَقْبَلَتْ الْحَيْضَةُ فَدَعِى الصَّلاَةَ فَإِذَا أَدْبَرَتْ فَاغْسِلِى عَنْكِ الدَّمَ ثُمَّ صَلَّى.
Dari Aisyah telah berkata: Sesungguhnya Fathimah binti Abi Hubesy mendatangi Rasulullah saw lalu bertanya: Sesungguhnya aku wanita yang terkena darah penyakit, maka itu aku tidak suci, apakah aku harus meninggalkan sholat? Beliau menjawab: Sesungguhnya yang demikian itu urat yang luka dan bukan darah haid. Maka apabila darah haid datang, tinggalkanlah sholat, maka apabila darah haid hilang, bersihkanlah oleh kamu darah dari kamu, kemudian sholatlah.
WANITA HAID TIDAK MENGQODO SHOLAT YANG DITINGGALKANNYA
Dasar hukumnya:
1. SM: I: 163: 67
عَنْ مُعَاذَةَ أَنَّ امْرَأَةً سَأَلَتْ عَائِشَةَ فَقَالَتْ: أَتَقْضِ إِحْدَانَا الصَّلاَةَ أَيَّامَ مَحِيْضِهَا ؟ فَقَالَتْ: عَائِشَةَ: أَحَرُوْرِيَّةٌ أَنْتِ قَدْ كَانَتْ إِحْدَانَا تَحِيْضُ عَلَى عَهْدِ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلّمثُمَّ لاَ تُؤْمَرُ بِقَضَاءٍ.
Dari Muadzah, sesungguhnya seorang perempuan bertanya kepada Aisyah, Maka ia berkata: Apakah seorang diantara kami harus mengqodho sholat selama masa haidnya? Lalu Aisyah balik bertanya: Apakah engkau orang Haruriyyah? Sungguh-sungguh seorang diantara kami haid pada zaman Rasulullah saw kemudian tidak pernah disuruh mengqodho.
2. SM: I: 164: 69
عَنْ مَعَاذَةَ قَالَتْ: سَأَلْتُ عَائِشَةَ فَقُالْتُ: مَابَالُ الْحَائِضِ تَقْضِ الصَّوْمَ مَلاَ تَقِضِ الصَّلاَةَ ؟ فَقَالَتْ: أَحَرُوْرِيَّةَ أَنْتِ ؟ قُلْتُ: لَسْتُ بِحَرُوْرِيَّةٍ. وَلَكِنِّى أَسْأَلُ . قَالَتْ: كَانَ يُصِيْبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلاَةِ .
Dari Muadzah telah berkata: Aku pernah bertanya kepada Aisyah kataku: Apa sebab perempuan haid mengqodho shaum dan tidak mengqodho sholat? Maka Aisyah menjawab: Apakah engkau Haruriyyah Jawabku: Aku bukan orang Haruriyyah?  Tetapi aku hanya ingin bertanya saja, Aisyah menjawab: Hal itu terjadi pada kami, maka kami disuruh mengqodho shaum tetapi tidak disuruh untuk mengqodho sholat.
Keterangan
  1. Haruriyyah adalah golongan Khawarij yang mewajibkan setiap perempuan yang haid mengqodho sholat setelah dia suci.
  2. Haid adalah darah kotor yang keluar dari perempuan normal setiap bulan, lamanya kira-kira tujuh hari (bisa kurang dan bisa lebih).
  3. Hukum darah haid ini najis, makanya haram hukumnya bagi perempuan haid melakukan ibadah sholat.
  4. Perempuan haid ini apabila telah suci tidak ada perintah untuk mengqodho sholat.
  5. Istilahdhoh adalah darah suci yang keluar dari perempuan karena urat luka.
  6. Darah Istihadhoh ini suci, tidak najis hukumnya.
  7. Wanita yang terkena darah Istihadhoh ini wajib melakukan ibadah sholat atau shaum.
bersambung…
Artikel ini memiliki

0 Komentar

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Info Sekolah

Pesantren Missi Islam Pusat Jakarta

NPSN 510031720021
Jln. Alur Laut Gg. Waru 1 RT.005 RW.03 Kp. Walang Kel. Rawabadak Selatan Kec. Koja, Jakarta Utara
TELEPON 021 4354582
EMAIL missiislampusat@gmail.com
WHATSAPP 6285883828202

Member Ustadz

TABUNGAN AKHIRAT

Bagi siapa saja kaum muslimin dan muslimat yang hendak menyalurkan infaq/ shodaqohnya untuk keperluan operasional harian pesantren termasuk makan para santri, bisa transfer ke :

No Rekening : ( 451 ) 700 995 912 7

Bank : BSI

A/N : Yayasan Missi Islam Kaaffah

Konfirmasi : 0858 8382 8202

semoga infaq/ shodaqoh para muhsinin menjadi amal ibadah dan pemberat timbangan di akhirat Amin...

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x