Info Sekolah
Selasa, 23 Jul 2024
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
5 Mei 2020

Nadzar I’tikaf Dan I’tikafnya Wanita Yang Istihadhah

Sel, 5 Mei 2020 Dibaca 2788x Fiqh / I’tikaf
Nadzar I’tikaf Dan I’tikafnya Wanita Yang Istihadhah
Umar bin Khattab pada zaman jahiliyah bernadzar di Masjidil Haram untuk I’tikaf, setelah itu dia bertanya kepada Rasulullah tentang nadzarnya itu, maka beliau memerintahkan untuk, melaksanakan nadzarnya tersebut. Hal itu dijelaskan:
1.  SB: I: 2: 256
عَنِ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ عُمَرَ سَأَلَ النَّبِيَّ قَالَ: كُنْتُ نَذَرْتُ فِى الْجَاهِلِيَّةِ أَنْ أَعْتَكِفَ لَيْلَةً فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ قَالَ: أَوْفِ بِنَذْرِكَ متفق عليه وزاد البخارى:فَاعْتَكِفَ لَيْلَةً.
Dari Ibnu Uamr, sesungguhnya Umar bertanya kepada Nabi  (Umar) berkata: Aku pernah bernadzar pada zaman jahiliyah bahwa aku akan I’tikaf pada malam hari di Masjidil Haram, maka beliau berkata: Penuhilah nadzarmu itu. HR. Mutafaq Alaih. Dan Imam Bukhory menambahi: Maka Umarpun I’tikaf pada malam hari.
Keterangan:
I’tikaf itu hukumnya Sunnah, tetapi karena dijadikan nadzar, maka menjadi wajib, seperti yang terjadi pada Umar bin Khottob. Jadi apa saja yang dinadzarkan maka akan menjadi wajib hukumnya. Dan untuk membatalkan nadzar itu harus:
1.      Memberi makan sepuluh orang miskin atau
2.      Memberi pakaian kepada sepuluh orang miskin atau
3.      Memerdekakan seorang budak atau
4.      Shaum selama tiga hari berturut-turut atau tidak. Lihat Qs: 5: 89.
2. SB: I: 2: 258
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ الله ُعَنْهَا قَالَتْ: اعْتَكَفَتْ مَعَ رَسُوْلِ اللهِ امْرَأَةٌ مِنْ أَزْوَاجِهِ مُسْتَحَاضَةٌ فَكَانَتْ تَرَى الْحُمْرَةَ وَالصُّفْرَةَ وَالطَّسْتَ تَحْتَهَا وَهِيَ تُصَلِّى.
Dari Aisyah ra telah berkata: Seorang dari isteri beliau beri’tikaf bersama Rasulullah dia sedang istihadhah, maka ia lihat darahnya kemerahan dan kekuning-kuningan dan bejana dibawahnya dan ia tetap sholat.
1.            SAD: I: 570: 2476
عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ: اعْتَكَفَتْ مَعَ رَسُوْلِ اللهِامْرَأَةٌ مِنْ أَزْوَاجِهِ فَكَانَتْ تَرَى الصُّفْرَةَ وَالْحُمْرَةَ فَرُبَّمَا وَضَعْنَا الطَّسْتَ تَحْتَهَا وَهِيَ تُصَلِّى.
Dari Aisyah telah berkata: telah I’tikaf bersama Rasulullah seorang dari isterinya, maka ia lihat kuning dan kemerahan, sekiranya kami letakkan bejana dibawahnya dan ia tetap sholat.
 
Keterangan:
1.      Dua hadits diatas menunjukkan tentang dibolehkannya seorang perempuan yang sedang istihadhoh beri’tikaf.
2.      Yang dimaksud isteri Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wasallam disini adalah Ummu Habibah binti Jahsy, dia beri’tikaf bersama Rasulullah Shallallahu `Alaihi Wasallam dalam keadaan istihadhah (terkena darah penyakit).

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Info Sekolah

Pesantren Missi Islam Pusat Jakarta

NPSN 510031720021
Jln. Alur Laut Gg. Waru 1 RT.005 RW.03 Kp. Walang Kel. Rawabadak Selatan Kec. Koja, Jakarta Utara
TELEPON 021 4354582
EMAIL missiislampusat@gmail.com
WHATSAPP 6285883828202

Member Ustadz

TABUNGAN AKHIRAT

Bagi siapa saja kaum muslimin dan muslimat yang hendak menyalurkan infaq/ shodaqohnya untuk keperluan operasional harian pesantren termasuk makan para santri, bisa transfer ke :

No Rekening : ( 451 ) 700 995 912 7

Bank : BSI

A/N : Yayasan Missi Islam Kaaffah

Konfirmasi : 0858 8382 8202

semoga infaq/ shodaqoh para muhsinin menjadi amal ibadah dan pemberat timbangan di akhirat Amin...

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x