Info Sekolah
Kamis, 20 Jun 2024
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
25 April 2020

Keutamaan Sahur dan Berbuka

Sab, 25 April 2020 Dibaca 224x Fiqh / Keutamaan Sahur Dan Berbuka / Shoum

Keutamaan Sahur dan Berbuka

Didalam shaum disunnahkan dan diutamakan untuk makan sahur di akhir malam dan menyegerakan berbuka. Maksudnya ketika waktu berbuka sudah tiba, jangan ditunda-tunda, Rasulullah menjelaskan sebagai berikut:
1. SM: I: 488: 45
عَنْ أَنَسٍ  قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِى السَّحُوْرِ بَرَكَةً.
Dari Anas telah berkata: Rasulullah berkata: Makan sahurlah kamu, karena sesungguhnya pada sahur itu ada barakah.
2: SM: I: 488: 46
عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ: فَصْلُ مَابَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ.
Dari Amr bin Al-Ash, sesungguhnya Rasulullah berkata: Perbedaan antara shaum kami dan shaumnya ahli kitab adalah makan sahur.
3. SM: I: 488: 47
عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ t قَالَ: تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ B ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلاَةِ قُلْتُ: كَمْ كَانَ قَدْرُ مَا بَيْنَهُمَا ؟ قَالَ: خَمْسِيْنَ أَيَةً.
Dari Zaid bin Tsabit ra telah berkata: Kami pernah makan sahur bersama Rasulullah kemudian kami mendirikan sholat (shubuh) saya (Anas) bertanya: Berapa lama kira-kira antara keduanya (sahur dan sholat) Ia menjawab: Membaca Al-Qur’an 50 ayat.
4. SB: I: 2: 2321
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ الله ُعَنْهَا أَنَّ بِلاَلاً كَانَ يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ كُلُوْا واشْرَبُوْا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُوْمٍ فَإِنَّهُ لاَ يُؤَذِّنُ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ.
Dari Aisyah ra sesungguhnya Bilal yang adzan pada malam hari, maka Rasulullah berkata: Makanlah dan minumlah sampai adzan Ibnu Ummi Maktum, maka sesungguhnya ia tidak adzan sampai terbit fajar.
5. SB: I: 2: 232
عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ قَالَ : تَسَحَّرْنَا مَعَ النَّبِيِّ ثُمَّ قَامَ إِلَى الصَّلاَةِ قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَ اْلأَذَانِ وَالسَّحُوْرِ؟ قَالَ: قَدْرُ خَمْسِيْنَ أَيَةً.
Dari Anas, dari Zaid bin Tsabit ra telah berkata: Kami makan sahur bersama Nabi  kemudian beliau sholat, aku bertanya: Berapa lama antara adzan dan sahur? Ia menjawab: Kira-kira membaca 50 ayat.
6. SB: I: 2: 232
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكِ قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِى السَّحُوْرِ بَرَكَةً.
Dari Anas bin Malik ra telah berkata: Nabi berkata: Makan sahurlah kamu, karena didalam sahur itu ada barakah.
7. SAD: I: 542: 2343
عَنْ عَمْرِو بْنِ الْعَاصِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ إِنَّ فَصَلَ مَابَيْنَ صِيَامِنَا وَصِيَامِ أَهْلِ الْكِتَابِ أَكْلَةُ السَّحَرِ.
Dari Amer bin Ash telah berkata: Rasulullah berkata: Sesungguhnya yang membedakan antara shaum kami dan shaumnya ahli kitab adalah makan sahur.
8. SAD: I: 543: 2346
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ سَوَادَةَ الْقُشَيْرِى عَنْ أَبِيْهِ قَالَ : سَمِعْتُ سَمُرَةَ بْنَ جُنْدُبٍ يَخْطُبُ وَهُوَ يَقُوْلُ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ:  َلأَمْنَعَنَّ مِنْ سَحُوْرِكُمْ أَذَانُ بِلاَلٍ وَلاَ بَيَاضُ اْلأَفَقِ الَّذِى هَكَذَا حَتَّى يَسْتَطِيْرَ.
Dari Abdullah bin Sawadah Al-Qusyairi dari bapaknya ia berkata: Aku pernah mendengar Samurah bin Jundud berkhotbah dan dia berkata: Rasulullah berkata: Jangan menjadi halangan adzan Bilal terhadap sahur kalian dan juga terangnya ufuk yang begitu sampai bergaris.
9. SN: II: 3: 140
عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ تَسَحَّرُوْا فَإِنَ فِى السَّحُوْرِ بَرَكَةً.
Dari Abdullah telah berkata: Rasulullah berkata: Makan sahurlah kamu, maka sesungguhnya didalam sahur itu ada barakah.
10. SN: II: 3: 141
عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِى السَّحُوْرِ بَرَكَةً.
Dari Anas telah berkata: Rasulullah berkata: Sahurlah kamu sekalian, karena didalam sahur itu ada keberkahan.
11. SN: II: 3: 141
عَنْ أَبِى هُرَ يْرَةَ   قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِى السَّحُوْارِ بَرَكَةً.
Dari Abu Hurairah ra telah berkata: Rasulullah berkata: Sahurlah kamu, karena didalam sahur itu ada keberkahan.
12. SN: II: 3: 143
عَنْ قَتَادَةَ عَنْ أَنَسٍ عَنْ زَيْدِبْنِ ثَابِتٍ قَالَ: تَسَحَّرْنَا مَعَ رَسُوْلِ اللهِ ثُمَّ قُمْنَا إِلَى الصَّلاَةِ قُلْتُ: كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا ؟ قَالَ : قَدْرَ مَايَقْرَأُ الرَّجُلُ خَمْسِيْنَ أَيَةً.
Dari Qatadah dari Anas dari Zaid bin Tsabit telah berkata: Kami pernah sahur bersama Rasulullah, kemudian kami mendirikan sholat, Saya bertanya kepada Zaid: Berapa lama antara keduanya ? Zaid menjawab: Kira-kira seseorang membaca 50 ayat.
13. SN: II: 3: 144
عَنْ أَبِى عَطِيَّةَ قَالَ كُلْتُ لِعَائِشَةَ فِيْنَا رَجُلاَنِ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ اْلإِفْطَارَ وَيُؤَحِّرُ السَّحُوْرَ وَاْلأَخَرُ يُؤَخِّرُ اْلإْفْطَارَ وَيُعَجِّلُ السَّحُوْرَ قَالَتْ: أَيُّهُمَا الَّذِى يُعَجِّلُ اْلإِفْطَارَ وَيُؤَخِّرُ السَّحُوْرَ. قُلْتُ: عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُوْدٍ. قَالَتْ هَكَذَا كَانَ رَسُوْلُ اللهِ  يَصْنَعُ.
Dari Abu Athiyyah telah berkata: Aku pernah bertanya kepada Aisyah, kami punya dua orang teman dari shahabat Nabi, yang satu suka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, dan yang lainnya suka mengakhirkan berbuka dan menyegerakan sahur. Aisyah bertanya: Siapa diantara keduanya yang menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur ? Aku menjawab: Abdullah bin Mas’ud. Aisyah berkata: Begitulah yang Rasulullah  lakukan.
14. SN: II: 3: 144
عَنْ أَبِى عَطِيَّةَ قَالَ: دَخَلْتُ أَنَا وَمَسْرُوْقٌ عَلَى عَائِشَةَ فَقَالَ لَهَا مَسْرُوْقٌ رَجُلاَنِ مِنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ كِلاَهُمَا لاَ يَأْ لُوْ عَنِ الْخَيْرِ أَحَدُهَمَا يُؤَخِّرُ الصَّلاَةَ وَالْفِطْرَ وَاْلأَخَرُ يُعَجِّلُ الصَّلاَةَ وَالْفِطْرَ ؟ قَالَ مَسْرُوْقٌ. عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُوْدٍ فَقَالَتْ عَائِشَةُ هَكَذَا كَانَ يَصْنَعُ رَسُوْلُ اللهِ
Dari Abu Athiyyah ia berkata: Aku dan Masruq pernah datang kepada Aisyah, lalu Masruq bertanya kepadanya: Ada dua orang laki-laki shohabat Rasulullah  keduanya orang baik (tidak tercela) hanya saja yang seorang suka mengakhirkan sholat (maghrib) dan berbuka, dan satunya lagi suka menyegerakan sholat (maghrib) dan berbuka puasa. Aisyah bertanya: Siapa diantara keduanya yang menyegerakan sholat dan berbuka ? Masruq menjawab: Abdullah bin Mas’ud. Maka Aisyah berkata: Begitulah yang dilakukan Rasulullah .
15. SN: II: 3: 144/145
عَنْ عَمَارَةَ عَنْ أَبِى عَطِيَّةَ قَالَ: دَخَلْتُ أَنَا وَمَسْرُوْقٌ عَلَى عَائِشَةَ فَقُلْنَا أَهَا يَاأُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ رَجُلاَنِ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ اْلإِفْطَارَ وَيُعَجِّلُ الصَّلاَةَ وَاْلأَخَرُ يُؤَخِّرُ اْلإِقْطَارَ وَيُعَجِّلُ الصَّلاَةَ ؟ قُلْنَا: عَبْدُ اللهِ بْنُ مَسْعُوْدٍ. قَالَتْ: هَكَذَا كَانَ يَصْنَعُ رَسُوْلُ اللهِ وَأْلأَخَرُ أَبُوْ مُوْسَ.
Dari Amarah dari Abu Athiyyah ia berkata: Saya dan Masruq pernah datang kepada Aisyah, lalu kami bertanya kepadanya: Ya Ummul Mukminin ! Ada dua orang dari golongan shahabat Muhammad  yang satu suka menyegerakan berbuka dan menyegerakan sholat (maghrib) dan yang lain suka mengakhirkan berbuka dan mengakhirkan sholat (maghrib). Aisyah bertanya: Siapa diantara keduanya yang suka menyegerakan berbuka dan menyegerakan sholat ? Kami menjawab: Abdullah bin Mas’ud. Ia berkata: Begitulah yang dilakukan Rasulullah  dan yang lainnya itu Abu Musa ra.
 
16. SN: II: 3: 145
عَنْ عَبْدِ الْحَمِيْدِ صَاحِبِ الزِيَادِيِّ قَالَ : سَمِعْتُ عَبْدَ اللهِ بْنَ الْحَارِثِ يُحَدِّثُ عَنْ رَجُلٍ مِنْ أَصْحَابِ النَّبِيِّ وَهُوَ يَتَسَحَّرُ. فَقَالَ: إِ نَّهَا بَرَكَةٌ أَعْطَاكُمُ اللهُ إِيَّاهَا فَلاَ تَدْعُوْهُ.
Dari Abdul Hamid teman Ziyadi ia berkata: Aku pernah mendengar Abdullah bin Al-Harits bercerita dari seorang laki-laki golongan para shahabat Nabi  dan beliau sedang makan sahur, kemudian beliau berkata: Sesungguhnya sahur itu suatu barakah yang diberikan Allah kepada beliau, maka janganlah kamu meninggalkannya.
17. SAD: I: 154: 2354
عَنْ أَبِى عَطِيَّةَ قَالَ: دَخَلْتُ عَلَى عَائِشَةَ أَ نَا وَمَسْرُوْقٌ فَقُلْنَا: يَاأُمَّ الْمُؤْمِنِيْنَ رَجُلاَنِ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ أَحَدُهُمَا يُعَجِّلُ اْلإِفْطَارَ وَ يُعَجِّلُ الصَّلاَةَ . وَاْلأَخَرُ يُؤَخِّرُ اْلإِفْطَارَ وَيُعَجِّلُ الصَّلاَةَ .قَالَتْ : أَ يُّهُمَا يُعَجِّلُ اْلإِفْطَارَ وَيُعَجِّلُ الصَّلاَةَ ؟ قُلْنَا: عَبْدُ اللهِ . قَالَتْ: كَذ’لِكَ كَانَ يَصْنَعُ رَسُوْلُ اللهِ.
Dari Abu Athiyyah telah berkata: Saya dan Masruq pernah datang kepada Aisyah, lalu kami berkata: Wahai Ummul Mukminin ada dua orang laki-laki shahabat Muhammad, yang satu suka menyegerakan berbuka dan menyegerakan sholat, dan yang lain suka mengakhirkan berbuka dan juga mengakhirkan sholat. Aisyah bertanya: Siapa diantara keduanya yang suka menyegerakan berbuka dan menyegerakan sholat ? Kami jawab: Abdullah (bin Mas’ud) Ia berkata: Begitulah adanya yang Rasulullah  lakukan.
Keterangan:
A.     Hadits-hadits diatas baik riwayat Bukhari, Muslim Nasai, Abu Daud dan lain-lain menjelaskan bahwa:
  1. Rasulullah  sangat menganjurkan kepada kita didalam shaum itu, untuk makan sahur, karena makan sahur itu ada keberkahan didalamnya.
  2. Juga beliau sangat menganjurkan apabila waktu tiba untuk berbuka untuk menyegerakannya.
  3. Didalam makan sahur dianjurkan untuk mengakhirkannya.
  4. Batasan waktu utamanya antara sahur dan sholat shubuh kira-kira seseorang membaca Al-Qur’an sebanyak 50 ayat.
  5. Dan mungkin dari sinilah timbul istilah Imsak.
  6. Jadi setelah kita makan sahur dan akan/mulai shaum (shubuh) ada tenggang waktu untuk tidak makan apapun selama bacaan 50 ayat tadi.
B.   Menurut Ibnu Abdil Barr, hadits-hadits yang menceritakan / menerangkan tentang agar supaya orang-orang yang shaum menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur, adalah hadits-hadits yang shohih yang harus diamalkan.

Hukum makan sahur dengan cara mengakhirkan, melihat hadits-hadits diatas adalah Sunnah Muakkadah (yang sangat dianjurkan). Sedangkan hukum berbuka adalah wajib (karena ada larangan shaum wishal).

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

Tinggalkan Komentar

 

Tidak ada komentar untuk ditampilkan.

Info Sekolah

Pesantren Missi Islam Pusat Jakarta

NPSN 510031720021
Jln. Alur Laut Gg. Waru 1 RT.005 RW.03 Kp. Walang Kel. Rawabadak Selatan Kec. Koja, Jakarta Utara
TELEPON 021 4354582
EMAIL missiislampusat@gmail.com
WHATSAPP 6285883828202

TABUNGAN AKHIRAT

Bagi siapa saja kaum muslimin dan muslimat yang hendak menyalurkan infaq/ shodaqohnya untuk keperluan operasional harian pesantren termasuk makan para santri, bisa transfer ke :

No Rekening : ( 451 ) 700 995 912 7

Bank : BSI

A/N : Yayasan Missi Islam Kaaffah

Konfirmasi : 0858 8382 8202

semoga infaq/ shodaqoh para muhsinin menjadi amal ibadah dan pemberat timbangan di akhirat Amin...