Info Sekolah
Selasa, 23 Jul 2024
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
  • PESANTREN GRATIS DI JAKARTA UTARA YANG DIDIRIKAN PADA TAHUN 1983 OLEH UST. ABDULLAH HANAFI
5 Mei 2020

I’tikaf itu Sunnahnya di Masjid Jami’

Sel, 5 Mei 2020 Dibaca 420x Fiqh / I’tikaf
I’tikaf itu Sunnahnya di Masjid Jami’
1.SAD: I: 569: 2473
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا أَنَّهَا قَالَتْ: السُّنَّةُ عَلَى الْمُعْتَكِفِ أَنْ لاَيَعُوْدَ مَرِيْضًا. وَلاَ يَشْهَدُ جَنَازَةً وَلاَ يَمَسَّ امْرَأَةً وَلاَ يُبَاشِرُهَا وَلاَ يَخْرُجُ لِحَاجَةٍ إِلاَّ لِمَا لاَ بُدَّ ا مِنْهُ وَلاَ اعْتِكَافَ إِلاَّ بِصَوْمٍ وَلاَ اعْتِكَافَ إِلاَّ فِى مَسْجِدٍ جَامِعٍ.
Dari Aisyah ra sesungguhnya ia berkata: Yang sunnah bagi orang yang sedang itikaf adalah agar tidak menjenguk orang yang sakit, tidak ta’ziyah kepada orang yang meninggal dunia, tidak menyentuh dan menggauli isteri, tidak keluar untuk suatu keperluan kecuali terpaksa sekali dan tidak ada itikaf melainkan berbarengan dengan shaum dan tidak ada itikaf kecuali didalam Masjid Jami/raya/umum.
Keterangan:
Menurut hadits Abu Daud dari Aisyah ra tersebut disyariatkan untuk shahnya I’tikaf yaitu:
1.       Tidak menjenguk orang sakit
2.       Tidak ta’ziyah/menyaksikan jenazah
3.       Tidak bersetubuh
4.       Tidak keluar dari Masjid dalam suatu kebutuhan kecuali terpaksa (buang hajat)
5.       Harus bareng shaum Ramadhan
6.       Tempatnya Masjid (yang dipakai sholat Jum’at) bukan Mushola.
2. MA: IV: 627: 13
عَنْ حُذَيْفَةَ أَنَّهُ قَالَ لإِبْنِ مَسْعُوْدٍ عَلِمْتَ : أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ قَالَ : لاَ اعْتِكَافَ إِلاَّ فِى الْمَسْجِدِ الثَّلاَثَةِ أَوْ قَالَ فِى مَسْجِدِجَمَاعَةٍ.(روله سَعِيْدٌ فِى سُنَنِهِ)
Dari Hudzaifah: Sesungguhnya ia pernah bertanya kepada Ibnu Mas’ud (ia menjawab): Sungguh kamu sudah tahu, bahwa Rasulullah  pernah berkata: Tidak sah I’tikaf kecuali tiga Masjid atau beliau berkata: Di Masjid Jami. Hr. Said didalam Sunannya.
Keterangan:
Hadits diatas menjelaskan bahwa sahnya I’tikaf adalah didalam:
1.      Tiga Masjid, yaitu Masjidil Harom, Masjid Nabawy dan Masjidil Aqsha atau
2.      Di Masjid Jami.
Kesimpulan:
Dengan demikian dapat disimpulkan, bahwa:
1.      Sahnya I’tikaf adalah di Masjid Jami
2.      Utamanya di tiga Masjid (Masjidil Harom, Masjid Nabawy dan Masjidil Aqsha)
3.      Mu’takif harus di barengi dengan shaum di saat bulan Ramadhan, kecuali I’tikafnya bukan bulan Ramadhan
4.      Yang dimaksud Masjid Jami adalah Masjid yang umum yang biasa digunakan disamping sholat lima waktu juga dipakai untuk shalat Jum’at.

Artikel Lainnya

Artikel ini memiliki

0 Komentar

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments

Info Sekolah

Pesantren Missi Islam Pusat Jakarta

NPSN 510031720021
Jln. Alur Laut Gg. Waru 1 RT.005 RW.03 Kp. Walang Kel. Rawabadak Selatan Kec. Koja, Jakarta Utara
TELEPON 021 4354582
EMAIL missiislampusat@gmail.com
WHATSAPP 6285883828202

Member Ustadz

TABUNGAN AKHIRAT

Bagi siapa saja kaum muslimin dan muslimat yang hendak menyalurkan infaq/ shodaqohnya untuk keperluan operasional harian pesantren termasuk makan para santri, bisa transfer ke :

No Rekening : ( 451 ) 700 995 912 7

Bank : BSI

A/N : Yayasan Missi Islam Kaaffah

Konfirmasi : 0858 8382 8202

semoga infaq/ shodaqoh para muhsinin menjadi amal ibadah dan pemberat timbangan di akhirat Amin...

0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x